Jumat, 24 April 2026

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay

SHARE


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan melalui agenda internasional.


‎Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri sekaligus menyambut para delegasi dalam acara Farewell Dinner on Diplomatic Strengthening Cooperation on Blue Economy yang digelar di Manado Bay, Kawasan Megamas, Jumat (24/04/2026).


‎​Acara jamuan makan malam diplomatik ini menjadi puncak dari rangkaian pertemuan strategis yang bertujuan mengapresiasi kerja sama lintas negara serta merumuskan langkah konkret dalam implementasi Ekonomi Biru (Blue Economy) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.


‎​Sentuhan Budaya dalam Diplomasi

‎​Suasana hangat menyelimuti lokasi acara yang berlatar pemandangan laut Manado.


‎Para tamu mancanegara disambut dengan kekayaan budaya lokal melalui penampilan Tarian Kabasaran yang enerjik serta alunan musik Kolintang yang khas, menunjukkan identitas Sulawesi Utara di mata dunia.


‎​Dalam sambutannya, dr. Richard Sualang menekankan bahwa kolaborasi antar-delegasi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang telah diawali dengan peninjauan lapangan.


‎​"Delegasi diplomatik telah bertemu dan membahas kerja sama bidang ekonomi biru. Sejumlah lokasi di Sulawesi Utara telah dikunjungi untuk memperoleh pemahaman praktis sebagai dasar kerja sama di masa depan," ujar Sualang.


‎​Sebagai pemimpin, Sualang berharap penguatan sektor ekonomi biru dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Manado. Ia memimpikan sebuah masa depan di mana kemajuan bangsa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.


‎​"Semoga kerja sama ini membawa manfaat berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan, memungkinkan manusia hidup dalam harmoni satu sama lain dan dengan alam, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.


‎​Senada dengan hal tersebut, Febrian Mamesah, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, menilai bahwa pemilihan Manado sebagai lokasi pertemuan merupakan bentuk pengakuan dunia.


‎​"Acara ini mencerminkan pengakuan internasional, tidak hanya bagi Manado tetapi juga Indonesia, dalam upaya konservasi kelautan," kata Mamesah dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.


‎​Agenda penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan perwakilan negara sahabat, di antaranya:

‎​Mr. Gregory Hombuahin (Deputy Chief of Mission Papua Nugini), Santo Darmosumarto (Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu), Hendra Yusran Siry (Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP RI), dr. Steaven Dandel (Sekretaris Daerah Kota Manado), Esther Mamangkey (Kepala Dinas Pariwisata Manado), Serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Manado lainnya.


‎​Pertemuan ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi Kota Manado untuk menjadi hub penting dalam jaringan ekonomi biru di kawasan Pasifik.


‎*MidOn*

SHARE

Author: verified_user

0 $type={blogger}: