Sabtu, 02 Mei 2026

‎Rayakan HUT ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan Gelar Turnamen Tenis Meja "Moriko Cup 2026"  ‎

‎Rayakan HUT ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan Gelar Turnamen Tenis Meja "Moriko Cup 2026" ‎


MINAHASA UTARA, CARIKABAR.ID
– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan, Minahasa Utara, siap menggelar ajang olahraga bergengsi bertajuk Turnamen Tenis Meja Moriko Cup 2026.


‎Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Mei 2026 bertempat di Gedung Serbaguna GMIM Moria Kolongan.


‎​Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, HUT kali ini mengedepankan sinergi antara pembinaan spiritual dan kesehatan fisik. Ketua Panitia, Johanis Wangania S.Sos, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai wadah mempererat tali persaudaraan sekaligus memupuk sportivitas antarjemaat.


‎​"Kegiatan ini digelar untuk menunjang perayaan HUT Jemaat ke-174, sekaligus persiapan menghadapi Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa (Hapsa P/KB) GMIM dan Pesta Seni Remaja 2026. Lewat olahraga, kita ingin meningkatkan kesehatan, kekompakan, dan kebersamaan jemaat," ujar Wangania.


‎​Kategori Pertandingan & Pendaftaran

‎​Sekretaris Panitia, Rendra Dondokambey SE, memaparkan bahwa Moriko Cup 2026 akan mempertandingkan beberapa kategori kompetitif, di antaranya:

‎​Beregu antar Jemaat/Wilayah se-GMIM.

‎​Beregu Campuran antar divisi.

‎​Tunggal khusus Divisi 3 dan 4.


‎​Masa registrasi peserta telah dibuka sejak 6 April hingga 6 Mei 2026. Panitia akan mengakhiri rangkaian pendaftaran dengan agenda Technical Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2026.


‎​Turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Panitia menegaskan bahwa misi utama Moriko Cup adalah memantapkan peran jemaat dalam tiga pilar pelayanan gereja, Diakonia, Marturia, dan Koinonia.


‎Partisipasi aktif juga diharapkan datang dari seluruh kelompok pelayanan, mulai dari Pria/Kaum Bapa (P/KB), Wanita/Kaum Ibu (W/KI), Pemuda, Remaja, hingga Anak.


‎​"Moriko Cup 2026 diharapkan menjadi sarana pembentukan spiritual, fisik, dan mental. Kami ingin menghadirkan jemaat yang kuat iman, sehat secara fisik, dan kokoh dalam kebersamaan sosial," tambah Wangania.


‎​Dengan antusiasme yang tinggi dari panitia dan calon peserta, Moriko Cup 2026 diprediksi akan menjadi salah satu event olahraga gerejawi yang paling dinantikan dan membawa dampak positif bagi pengembangan bakat serta persaudaraan di lingkup GMIM.


‎*MidOn*

Jumat, 01 Mei 2026

‎Sosok Pemimpin Gereja yang Ideal

‎Sosok Pemimpin Gereja yang Ideal


By, Pdt DR Samuel Tandiassa, MA

Part 1

CARIKABAR.ID - Poin ini menekankan bahwa efektivitas seorang pemimpin gereja yang ideal,tidak dimulai dari apa yang ia lakukan,melainkan dari siapa dia di hadapan Tuhan saat tidak ada orang yang melihat,menyelaraskan antara khotbah yang disampaikan dengan kehidupan pribadi.


‎Pemimpin gereja yang ideal akan mengadopsi pola kepemimpinan Kristus (Servant Leadership), yang tidak mencari validasi manusia,melainkan ketaatan kepada Allah.


‎Sebagai pemimpin gereja,ia harus memiliki kemampuan untuk tetap teguh di tengah kritik,konflik internal,dan tuntutan pelayanan yang menguras emosi.


‎Selanjutnya,pemimpin yang ideal tidak hanya saleh secara pribadi,tetapi juga cakap dalam memimpin komunitas sebagai organisme yang bergerak.


‎la memiliki kemampuan membedakanmana perubahan yang harus diikuti (relevansi) dan mana prinsip yang harus dipertahankan (ortodoksi).


‎Hal yang paling penting,yaitu pemimpin gereja yang ideal tidak membangun "kerajaan pribadi," melainkan mempersiapkan generasi berikutnya untuk melampaui dirinya.

Kepemimpinan gereja yang alkitabiah adalah kepemimpinan yang bersifat relasional,bukan sekadar birokratis. la harus menjadi sosok yang dapat didekati,mampu merasakan penderitaan jemaat, dan hadir dalam momen-momen krusial kehidupan mereka.


‎Berikut adalah eksplorasi mendalam mengenai aspek personal atau kepribadian dari seorang pemimpin gereja yang ideal.


‎I.INTEGRITAS BATIN

‎Integritas batin,atau sering disebut sebagai "inner integrity"adalah kondisi di mana terdapat keselarasan penuh antara apa yang seseorang pikirkan,apa yang diyakini,dan apa yang akhirnya dilakukan. Jika integritas publik adalah tentang bagaimana orang lain melihat seorang pemimpin jujur,integritas batin adalah tentang kejujuran seseorang terhadap diri sendiri saat tidak ada orang lain yang melihatnya.


‎Kriteria integritas batin ini yang membuat Daud menjadi sosok pemimpin yang ideal;"Tuhan melihat hati (1Sam.16:7). Untuk memahami konsep tentang integritas batin lebih dalam,kita perlu melihatnya melalui tiga elemen kunci.


‎1.Keselarasan.

‎Keselaran adalah kondisi tiadanya kesenjangan antara nilai-nilai moral yang dipegang dengan tindakan-tindakan nyata. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip pribadi,batinnya pasti akan mengalami konflik.


‎2.Kejujuran Radikal pada Diri Sendiri.

‎Kejujuran radikal adalah kemampuan seseorang untuk mengakui motivasi sebenarnya di balik sebuahtindakan. Apakah seseorang melakukan sesuatu karena itu benar,atau hanya karena ingin disanjung? Integritas batin menuntut keberanian untuk melihat "sisi gelap"atau kelemahan diri tanpa menyangkalnya.


‎3.Konsistensi.

‎Mempertahankan standar moral yang sama dalam situasi apa pun.Nilai-nilai seseorang tidak berubah hanya karena adanya tekanan keadaan atau tawaran keuntungan-keuntungan jangka pendek.


‎Mengapa integritas batin begitu krusial?dalam konteks pengelolaan diri dan pengaruh,integritas batin memberikan fondasi yang tidak terlihat namun sangat kuat,antara lain:


‎1) Ketenangan Pikiran:Orang dengan integritas batin yang kuat tidak perlu "menjaga narasi"atau takut rahasianya terbongkar,karena hidup mereka transparan antara luar dan dalam.


‎2) 0toritas Moral:Pengaruh seseorang tidak selalu berasal dari jabatannya, melainkan dari pancaran karakter yang stabil. Orang lain secara insting akan lebih memercayai mereka yang tampak "selesai"dengan dirinya sendiri.


‎3) Ketahanan:Saat menghadapi krisis atau kritik, integritas batin menjadi jangkar. Seorang pemimpin tidak akan mudah goyah oleh opini publik karena ia tahu persis posisi atau kondisi moralnya.


‎Misalnya,seseorang mungkin terlihat sukses memimpin sebuah organisasi atau lembaga, namun jika di dalam hatinya ia merasa memanipulasi orang lain demi ambisi pribadi, maka ia kehilangan integritas batin.


‎Sebaliknya, seseorang dengan integritas batin akan memastikan kesuksesan kepemimpinannya dicapai dengan cara yang jujur,sehingga ia bisatidur dengan nyenyak di malam hari. Bersambung. . .


‎*MidOn*