MANADO, CARIKABAR.ID – Momentum sakral mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026, bertempat di
Aula Patmos SA Langowan, Rabu (15/04/2026).
Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut secara resmi melantik dan menetapkan 46 Pendeta Muda (Pdm) yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di pusat pelaksanaan Mukerda, dihadiri oleh jajaran fungsionaris Majelis Daerah, para hamba Tuhan, serta keluarga pendamping para terlantik.
Dalam sambutannya, Ketua MD GPdI Sulut menekankan bahwa peningkatan status kependetaan ini bukan sekadar gelar administratif, melainkan tanggung jawab spiritual yang lebih besar.
Beliau mengingatkan para Pendeta Muda yang baru dilantik untuk tetap setia pada doktrin firman Tuhan dan memperluas jangkauan pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Menjadi Pendeta Muda berarti siap menjadi teladan yang lebih nyata. Ladang pelayanan menanti dedikasi, integritas, dan kerendahan hati saudara-saudara sekalian," ujar Ketua MD di hadapan para peserta Mukerda.
Agenda Strategis Mukerda 2026
Pelantikan 46 Pendeta Muda ini menjadi salah satu agenda penting dalam Mukerda 2026 yang bertujuan untuk
regenerasi kepemimpinan,
penguatan organisasi dan
peningkatan kompetensi untuk membekali para hamba Tuhan dengan pemahaman organisasi dan teologi yang mendalam.
Ke-46 Pendeta Muda ini diharapkan dapat langsung terjun dan bersinergi dengan gembala-gembala di wilayah masing-masing untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Utara.
Acara diakhiri dengan doa penumpangan tangan dan pemberian surat keputusan (SK) sebagai tanda legalitas formal dalam organisasi GPdI.
Dengan bertambahnya tenaga pelayan ini, GPdI Sulawesi Utara optimis dapat terus menjadi garam dan terang, serta membawa dampak positif bagi pembangunan iman masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
*MidOn*

0 $type={blogger}: