Kamis, 30 April 2026

‎Manado Dilanda Api Kebangunan Rohani, Malam Penutupan KKR di Sparta Tikala Berlangsung Dahsyat  ‎

‎Manado Dilanda Api Kebangunan Rohani, Malam Penutupan KKR di Sparta Tikala Berlangsung Dahsyat ‎


MANADO
, CARIKABAR.ID – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Utara tumpah ruah memadati Lapangan Sparta Tikala, Manado, menghadiri malam puncak Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Waktunya Sudah Dekat", Kamis (30/04/2026).


‎Lapangan Sparta Tikala menjadi saksi bisu atas sebuah peristiwa spiritual yang luar biasa dalam rangkaian KKR selama empat malam, sejak 27-30 April 2026.


‎Ribuan warga Manado dan sekitarnya memadati area lapangan dalam Malam Terakhir Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh tokoh rohani ternama, Pdt Franky Rewah.


‎​Sejak sore hari, arus massa mulai mengalir memadati lapangan, menciptakan atmosfer kerinduan yang mendalam akan lawatan Tuhan.

‎​Atmosfer Pujian yang Menggetarkan

‎​Acara dibuka dengan puji-pujian yang membakar semangat.


‎Alunan musik dan nyanyian syukur dari ribuan jemaat yang hadir seakan menyatu, menciptakan getaran iman yang terasa di seluruh sudut Lapangan Sparta Tikala. Tidak sedikit warga yang meneteskan air mata, larut dalam hadirat Tuhan yang begitu kental.


‎​Puncak acara terjadi saat Pdt Franky Rewah naik ke atas mimbar. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun penuh kuasa, beliau menyampaikan pesan Tuhan yang berfokus pada pemulihan, pertobatan, dan kasih Allah yang tidak terbatas.


‎​"Malam ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah momentum di mana langit terbuka atas Kota Manado.  Jangan pulang dengan beban yang sama, karena kuasa Allah bekerja melampaui logika manusia," seru Pdt. Franky di tengah khotbahnya yang disambut seruan "Amin" dari lautan manusia.


‎​Manifestasi Lawatan Allah

‎​Momen yang paling mengharukan terjadi saat sesi doa tantangan dan penyembuhan.


‎Banyak anak muda dan orang tua yang maju ke depan altar dengan kerendahan hati, menyerahkan hidup mereka untuk dibaharui.


‎​Suasana semakin intens saat doa kesembuhan dipanjatkan, banyak jemaat memberikan kesaksian merasakan jamahan Tuhan secara langsung pada fisik dan jiwa mereka.


‎​KKR ini juga menjadi simbol persatuan umat Kristiani di Sulawesi Utara, yang rindu melihat kota mereka diberkati dan dijauhkan dari segala marabahaya.


‎​Malam terakhir ini ditutup dengan doa, dipimpin Ketua MD GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Indria Awuy-Lantu, untuk berkat bagi Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara. Cahaya lampu dari ponsel jemaat yang diangkat tinggi-tinggi menjadi simbol bahwa setiap pribadi yang hadir siap menjadi "terang" di lingkungan mereka masing-masing.


‎​Meski acara telah berakhir, gema pujian dan api semangat yang berkobar di Sparta Tikala malam itu diyakini akan terus membawa dampak positif bagi kehidupan spiritual masyarakat Manado ke depannya.


‎Pembina Yayasan Kairos, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, MM, M. Th, merasa bersyukur dengan terselenggaranya acara mulia ini,yang di gelar selama empat malam.


‎"Sebagai penyelenggara, kami mengapresiasi upaya kerja keras dari semua Panitia dan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah provinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah Kota Manado dan kabupaten kota lainnya, Tuhan Yesus memberkati semuanya," ucap Lekitonu.


‎Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara, Pdm Ronald Velty Pelealu, mengatakan, keberhasilan program tahunan Yayasan Kairos Pelita Hati melalui Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), atas kerja sama semua paniti dan pengurus yayasan.


‎"Kami sungguh bersyukur semua agenda acara ini boleh terlalu dengan baik, mulai dari persiapan sampai pada puncak kegiatan, dapat berjalan dengan baik. Yang pasti semua jeri lelah diberkati Tuhan," ungkap Pelealu.

*MidOn*


‎DPC PDI Perjuangan Kota Manado Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran Kairagi Weru

‎DPC PDI Perjuangan Kota Manado Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran Kairagi Weru


MANADO, CARIKABAR.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Manado menunjukkan gerak cepat kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran di Lingkungan 3, Kelurahan Kairagi Weru, pada Kamis (30/04/2026).


‎​Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh salah satu Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara yang juga anggota DPR RI, Rio Dondokambey.

‎Turut mendampingi dalam aksi sosial tersebut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado Jeffry Polii, serta sejumlah anggota DPRD Kota Manado di antaranya Jeane Sumilat, Fanny Mantali, dan Victor Golung.

‎​Dalam keterangannya di hadapan awak media, Rio Dondokambey menegaskan bahwa aksi respons cepat terhadap bencana sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) di internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

‎​"Sudah menjadi komitmen kami di PDI Perjuangan untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Kami turun langsung menyalurkan bantuan yang sifatnya mendesak atau darurat, seperti makanan instan dan kebutuhan sandang," ujar Rio.

‎​Selain bantuan logistik, Rio memastikan pihaknya akan segera mendirikan dapur umum untuk menopang kebutuhan konsumsi warga terdampak selama masa pemulihan awal.

‎​"Harapan kami, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita. Kami juga berharap pemerintah daerah segera melakukan koordinasi cepat untuk mencari solusi jangka panjang, terutama terkait hunian bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal," tambahnya.

‎​Lebih lanjut, Rio telah menginstruksikan kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Manado untuk mengawal pengurusan dokumen-dokumen penting milik warga yang ludes terbakar.

‎​"Saya yakin Pemerintah Kota Manado akan mengambil langkah taktis agar penanganan ini terlaksana dengan baik, terutama pemulihan administrasi dan keselamatan warga," pungkasnya.

‎​Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Manado yang juga kader PDI Perjuangan, Dra. Aaltje Dondokambey, turut memberikan santunan dan bantuan kepada para korban yang saat ini masih mengungsi di Kantor Kelurahan Kairagi Weru.

‎​Diketahui, peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (28/04/2026) siang tersebut telah menghanguskan pemukiman warga dan menyebabkan sedikitnya 25 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka.

‎*MidOn*

Rabu, 29 April 2026

‎Upaya Jemput Bola, Pengadilan Agama Manado Gandeng Disdukcapil Wujudkan Sidang Keliling

‎Upaya Jemput Bola, Pengadilan Agama Manado Gandeng Disdukcapil Wujudkan Sidang Keliling


MANADO, CARIKABAR.ID
— Pengadilan Agama (PA) Manado melakukan langkah progresif dengan mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado pada Kamis (30/4/2026).


‎Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjajaki kolaborasi strategis demi menghadirkan sidang kelsebua, sebuah solusi layanan hukum "jemput bola" bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

‎​Ketua Pengadilan Agama Manado, Drs Muhtar Tayib, mengakui secara terbuka bahwa saat ini pihaknya belum didukung oleh anggaran khusus untuk pelaksanaan sidang di luar gedung. Namun, keterbatasan finansial tidak menjadi penghalang bagi PA Manado untuk memberikan pelayanan prima.

‎​"Kami tidak ingin menunggu anggaran baru bergerak. Sidang keliling adalah cara kami mendekatkan keadilan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota, khususnya Disdukcapil, kami yakin niat baik ini bisa terwujud," ujar Muhtar.

‎Muhtar Tayip juga mengatakan, ​pemilihan Disdukcapil sebagai mitra utama didasari oleh keterkaitan erat antara produk hukum pengadilan dengan dokumen kependudukan.

‎"Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan layanan satu pintu untuk masyarakat mendapatkan kepastian hukum sekaligus pembaruan dokumen kependudukan seperti Akta Cerai, Kartu Keluarga, hingga Akta Kelahiran anak dalam satu rangkaian proses," ungkap Toyip.

‎​Pemerintah Kota Manado. Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin S. Kontu, SH, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung inisiatif tersebut.

‎​"Prinsipnya, selagi ini untuk kepentingan masyarakat Kota Manado, Disdukcapil membuka pintu selebar-lebarnya. Kami siap berkolaborasi dan mendukung teknis yang dibutuhkan," tegas Erwin di hadapan tim PA Manado.

‎​Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Dukcapil, Tenny Rorong, SH, serta jajaran staf teknis dari kedua belah pihak. Hal ini juga menandai awal dari rencana aksi (action plan) yang diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dalam waktu dekat.

‎*MidOn*

‎Manado Membara dalam Iman, Lautan Manusia Padati Lapangan Tikala di Malam ke-3 KKR

‎Manado Membara dalam Iman, Lautan Manusia Padati Lapangan Tikala di Malam ke-3 KKR


MANADO, CARIKABAR.ID
– Lapangan Sparta Tikala seakan tak lagi mampu menampung antusiasme warga Sulawesi Utara pada malam ketiga pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Rabu (29/4/2026).


‎Massa terpantau membludak sejak sore hari demi mengikuti ibadah yang dipimpin oleh pengkhotbah Ev Debby Basjir.

‎​

‎​Sejak pukul 18.00 WITA, arus warga dari berbagai penjuru Kota Manado dan sekitarnya mulai mengalir deras menuju pusat kota. Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh area lapangan hijau hingga aspal di sekeliling Lapangan Tikala dipenuhi oleh jemaat.


‎Ribuan lilin dan sorot lampu ponsel sesekali menyala, menciptakan pemandangan yang megah di bawah langit malam Manado.


‎​Pihak panitia bahkan harus menambah layar lebar di beberapa titik strategis agar jemaat yang berada di barisan paling belakang tetap bisa mengikuti prosesi ibadah dengan khusyuk.


‎​Suasana semakin bergelora saat Ev Debby Basjir maju di mimbar panggung utama. Dengan gaya penyampaiannya yang lugas, tegas, namun penuh kasih, ia membawa pesan tentang pemulihan dan pengharapan.


‎​"Manado bukan sekadar kota di peta, tapi kota yang diberkati untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa," seru Ev Debby di sela-sela khotbahnya yang disambut seruan "Amin" secara serempak oleh massa yang hadir.


‎Ps Debby menginginkan umat Tuhan dalam sesi firman, untuk menguasai diri dalam segala hal, berdasarkan bacaan Alkitab dalam 1 Korintus 9 ayat 24. suasana hening menyelimuti lapangan saat jemaat tenggelam dalam doa, namun kembali pecah dengan pujian penyembahan yang energik dan penuh sukacita.


‎​Dampak pada Arus Lalu Lintas

‎​Membludaknya massa ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di sekitar area perkantoran Wali Kota Manado.


‎Pembina Yayasan Kairos, Pdm Ir Eliasar Lekitonu mengucap syukur, hingga malam ke-3 KKR Waktunya Sudah Dekat ini berjalan dengan baik. Jumlah massa yang datang beribadah terus bertambah.


‎"Tentunya kami pihak Yayasan Kairos sebagai penyelenggaraan kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata pemerintah dan masyarakat kota Manado, sebagai tuan rumah acara mulia ini," sebut Lekitonu di sela-sela acara malam ke-3.


‎Pdm Eliasar juga berharap, bagi masyarakat yang akan datang di KKR malam terakhir (malam ke-3) untuk datang lebih awal, sebelum acara di mulai, mengingat tempat terbatas.


‎"Melihat antusias masyarakat yang datang terus bertambah, maka kami berharap, masyarakat yang akan datang ke KKR, untuk datang lebih cepat, agar mendapat tempat yang baik, apalagi yang bawah keluarga yang perlu pelayanan doa khusus," terang Lekitonu.



‎​Hingga berita ini diturunkan, semangat jemaat tidak menunjukkan tanda-tanda menurun meski cuaca malam cukup lembap. Banyak warga berharap momentum KKR ini membawa dampak positif bagi kerukunan dan kedamaian di "Kota Tinutuan".


‎​Malam ketiga ini disebut-sebut sebagai puncak kehadiran massa terbesar selama rangkaian KKR berlangsung, membuktikan magnet spiritual yang kuat dari pelayanan Ev Debby Basjir bagi masyarakat Manado.

*MidOn*

‎Manado Bersiap! Ev Debby Basjir Tiba di Kota Tinutuan, Siap Pimpin KKR di Lapangan Tikala Malam Ini

‎Manado Bersiap! Ev Debby Basjir Tiba di Kota Tinutuan, Siap Pimpin KKR di Lapangan Tikala Malam Ini


MANADO, CARIKABAR.ID
– Antusiasme spiritual warga Kota Manado memuncak menyambut kehadiran Penginjil terkemuka, Ev Debby Basjir.


‎Berdasarkan pantauan terkini, Ev Debby telah tiba di Manado dan menyatakan kesiapannya untuk melayani masyarakat Sulawesi Utara dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang akan digelar di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (29/04/2026) sebentar malam.


‎​Setelah melalui rangkaian pelayanan di berbagai daerah, kehadiran Ev. Debby Basjir di Manado memang telah lama dinantikan. Lapangan Sparta Tikala, yang menjadi jantung kegiatan masyarakat Manado, kini tengah dipersiapkan menjadi panggung kesaksian dan pujian.


‎​"Waktunya sudah sangat dekat. Kami mengajak seluruh warga Manado dan sekitarnya untuk hadir dengan hati yang rindu akan pemulihan," ujar salah satu panitia penyelenggara di lokasi.


‎​Bagi masyarakat yang ingin hadir, berikut adalah informasi singkat jadwal kegiatan:

‎​Lokasi: Lapangan Sparta Tikala, Manado.

‎​Waktu: Rabu, 29 April 2026 (Mulai Pukul 18.00 WITA – Selesai).

‎​Agenda Utama: Pemberitaan Firman oleh Ev. Debby Basjir, Puji-pujian, dan Doa Bersama untuk Kota Manado.


‎​Mengingat estimasi massa yang akan memadati area pusat kota, pihak penyelenggara mengimbau warga untuk

‎​datang lebih awal guna menghindari kemacetan di area sekitar Kantor Walikota dan Lapangan Tikala.


‎Panitia​ juga mengingatkan,supaya menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas keamanan dan pengatur lalu lintas di lokasi.



‎​Malam ini diprediksi akan menjadi momen spiritual yang bersejarah bagi warga Manado. Mari siapkan diri untuk mengalami perjumpaan religius yang menguatkan iman bersama Ev Debby Basjir.


‎​*MidOn*

Selasa, 28 April 2026

Dahsyat! KKR Malam ke-2  Ribuan Warga Manado Padati Lapangan Sparta Tikala, Kesembuhan Ilahi Terjadi

Dahsyat! KKR Malam ke-2 Ribuan Warga Manado Padati Lapangan Sparta Tikala, Kesembuhan Ilahi Terjadi


MANADO, CARI KABAR. ID 
– Gelombang mukjizat dan kuasa Tuhan benar-benar nyata melanda Kota Manado. 

Memasuki malam kedua Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Ps Risuli Lubis, Lapangan Sparta Tikala berubah menjadi lautan manusia yang merindukan jamahan Tuhan pada Rabu malam.

​Suasana khusyuk bercampur haru menyelimuti lokasi acara saat ribuan warga dari berbagai penjuru Sulawesi Utara berkumpul dalam satu iman. 

Sejak awal ibadah, puji-pujian yang membahana seolah membuka pintu langit, mempersiapkan hati jemaat untuk menerima pesan kebenaran dan kuasa pemulihan.

​Dalam khotbahnya, Ps Risuli Lubis menyampaikan pesan yang membangkitkan iman tentang kasih Tuhan yang tidak terbatas. Diapun menekankan bahwa tidak ada perkara yang mustahil bagi mereka yang percaya.​

"Tuhan tidak pernah berubah. Mukjizat yang terjadi dua ribu tahun lalu, masih terjadi malam ini di Manado!" seru Ps Risuli di atas altar yang disambut seruan "Amin" dari ribuan jemaat.

​Puncak acara terjadi saat doa kesembuhan dilayangkan. Suasana menjadi sangat emosional ketika satu demi satu ps Lubis mulai datangi warga untuk didoakan secara khusus.  

Beberapa orang yang sebelumnya harus dipapah atau menggunakan alat bantu, tampak berjalan dengan tegak menunjukkan pemulihan fisik. Warga yang menderita sakit kronis selama bertahun-tahun mengaku merasakan aliran kehangatan dan rasa sakit yang tiba-tiba hilang seketika. Beberapa lansia bersaksi bahwa pandangan mereka yang tadinya kabur menjadi terang kembali.

​Meski lapangan padat merayap, ketertiban tetap terjaga. Panitia pelaksana menyatakan bahwa jumlah massa pada malam kedua ini meningkat signifikan dibanding malam pertama, menunjukkan dahsyatnya kerinduan masyarakat Manado akan lawatan Tuhan.

​"Kami datang dengan beban berat, tapi pulang dengan sukacita. Apa yang kami lihat malam ini di Sparta Tikala adalah bukti nyata bahwa Tuhan masih bekerja di kota ini," ujar salah satu pengunjung yang membawa anggota keluarganya yang sakit.

​KKR ini diprediksi akan terus mencapai puncaknya pada malam-malam selanjutnya. Bagi warga Manado dan sekitarnya yang merindukan pemulihan, Lapangan Sparta Tikala menjadi saksi bisu bahwa mukjizat itu nyata dan tersedia bagi siapa saja yang datang dengan hati yang haus.

Tampak terlihat, Pembina dan pengurus yayasan Kairos serta panitia penyelenggara terus memantau kondisi lokasi KKR Lintas Gereja dengan tema "Waktunya Sudah Dekat."

*MidOn*

‎Manado Membara, Amukan ‘Si Jago Merah’ Hanguskan Kawasan Padat di Kairagi Weru  ‎

‎Manado Membara, Amukan ‘Si Jago Merah’ Hanguskan Kawasan Padat di Kairagi Weru ‎


MANADO, CARIKABAR.ID
– Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Kelurahan Kairagi Weru, Lingkungan III, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, tepatnya di lorong Kantor Kelurahan Kairagi Weru, pada Selasa (28/04/2026) siang.


‎​


Kobaran api yang muncul di tengah cuaca terik tersebut dengan cepat merambat dan menghanguskan setidaknya 7 unit bangunan yang terdiri dari rumah kost, tempat usaha, hingga rumah tinggal warga.


‎Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api sulit dikendalikan saat awal kejadian.


‎​Menurut keterangan saksi mata di lokasi, asap tebal mulai terlihat membubung tinggi dari salah satu bangunan sekitar pukul 13.00 WITA. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api merembet dalam hitungan menit ke bangunan di sekitarnya.


‎​Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun material bangunan yang mudah terbakar membuat "Si Jago Merah" kian beringas.


‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Rotinsulu mengatakan, setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api.


‎"Sebanyak 9 unit mobil kebakaran dan 50 personil petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Petugas sempat mengalami kesulitan masuk ke titik api karena akses lorong yang cukup sempit dan kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian," kata Rotinsulu.


‎​Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dilokalisir agar tidak merembet ke kantor kelurahan dan bangunan lain yang lebih luas.


‎​Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah mengingat banyaknya barang berharga dan tempat usaha yang tidak sempat diselamatkan.


‎​"Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api," ujar salah satu petugas di lapangan.

‎​Kini, para penghuni kost dan warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.


‎Pihak kelurahan setempat pun tengah melakukan pendataan terkait total kerugian dan jumlah jiwa yang kehilangan tempat tinggal untuk penyaluran bantuan darurat.


‎*MidOn*

Senin, 27 April 2026

Peran Kepemimpinan, Wakil Wali Kota Manado Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Jakarta

Peran Kepemimpinan, Wakil Wali Kota Manado Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Jakarta


JAKARTA, CARIKABAR.ID 
– Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (ASWAKADA) yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/4).

Forum strategis ini menjadi ajang penguatan kapasitas serta koordinasi bagi para wakil kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia.

​Dalam kesempatan tersebut, dr. Richard Sualang menyampaikan apresiasinya atas inisiasi forum ini. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan instrumen penting untuk memperkaya wawasan dalam menghadapi dinamika pemerintahan daerah yang kian kompleks.​

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman. Ini adalah momentum untuk memperkuat pemahaman kami dalam menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah agar lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Sualang di sela-sela kegiatan.

​Bimtek yang dipandu oleh Sekretaris Umum ASWAKADA, Selle KS Dalle, ini menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Dalam Negeri, Dr. Saydiman Marts, S.STP. Fokus utama pembahasan terletak pada penguatan peran asosiasi pemerintah daerah dan DPRD sebagai mitra strategis, terutama dalam menyongsong revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

​Dalam pemaparannya, Dr. Saydiman Marts menekankan pentingnya bagi wakil kepala daerah untuk terus melakukan pemutakhiran ilmu (upgrade skill), terutama di bidang administrasi dan hukum. Ia membagi profil wakil kepala daerah ke dalam beberapa model, mulai dari yang pasif hingga model transisional yang aktif meningkatkan kompetensi.​

“Mengingat latar belakang wakil kepala daerah yang beragam, baik dari birokrat, politisi, maupun pengusaha, maka pemahaman mendalam terhadap fungsi dan hak sangat krusial. Hal ini penting untuk menghindari kendala dalam tata kelola pemerintahan,” jelas Saydiman. 

​Kehadiran Wakil Wali Kota Manado dalam forum ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Manado untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya. Diharapkan, melalui penguatan kapasitas ini, para wakil kepala daerah dapat tampil lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan di masa depan.

​Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan riil di daerah, dengan harapan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

*MidOn*

Wawali Manado Richard Sualang Ikut Bimtek dan Silaturahmi ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wawali Manado Richard Sualang Ikut Bimtek dan Silaturahmi ASWAKADA 2026 di Jakarta


JAKARTA, CARIKABAR. ID 
– Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) secara resmi membuka agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Nasional tahun 2026 di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta, Senin (27/4). 

Acara ini dihadiri oleh ratusan wakil kepala daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota di seluruh penjuru Indonesia.

​Mengusung tema, ‎"Mempererat Silaturrahmi, Menguatkan Sinergi Wakil Kepala Daerah untuk Indonesia yang Harmoni dan Berkemajuan," kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh jejaring komunikasi dan kolaborasi antar-pimpinan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.

​Ketua Umum ASWAKADA, Armuji, dalam sambutannya menekankan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah formal, melainkan ruang untuk bertukar solusi.

  "Melalui forum ini, kita bisa saling bertukar informasi tentang kondisi daerah masing-masing. Manfaatnya jauh lebih besar karena kita memahami tantangan daerah lain dan memperkuat kerja sama antarsesama wakil kepala daerah," ungkapnya.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik. Ia memuji tata kelola internal ASWAKADA yang sehat, terutama dalam proses rekrutmen kepengurusan yang berjalan demokratis dan mulus.

​Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menilai Bimtek ini sebagai momentum krusial.

"Ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal untuk memperkuat peran wakil kepala daerah sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa," ujar Richard.

​Kegiatan Bimtek ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 28 April 2026, dengan agenda yang fokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan dan sinkronisasi kebijakan nasional-daerah.

ASWAKADA adalah organisasi wadah berhimpunnya para Wakil Kepala Daerah (Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Wali Kota) di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, sinergi, dan kapasitas kepemimpinan demi kemajuan daerah.

*MidOn*

‎Ribuan Warga Padati Lapangan Tikala, Mukjizat Kesembuhan Warnai Malam Pertama KKR Pdt Risuli Lubis  ‎

‎Ribuan Warga Padati Lapangan Tikala, Mukjizat Kesembuhan Warnai Malam Pertama KKR Pdt Risuli Lubis ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Suasana haru dan sukacita menyelimuti Lapangan Tikala, Manado, pada pembukaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) malam pertama yang menghadirkan pengkhotbah Pdt Risuli Lubis, Senin (27/04/2026) malam. 


‎Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah Sulawesi Utara datang memadati lokasi, membawa harapan akan pemulihan spiritual dan jasmani.


‎​Sejak sore hari, massa mulai menyemut di area lapangan. Acara yang mengusung tema pemulihan dan kasih Tuhan ini memuncak saat Pdt. Risuli Lubis menyampaikan pesan firman dan mulai menaikkan doa syafaat bagi orang-orang sakit.


‎​Kesaksian Kesembuhan yang Menggetarkan

‎​Momen yang paling menyedot perhatian adalah ketika sejumlah warga maju ke depan panggung untuk memberikan kesaksian spontan.


‎Beberapa di antaranya mengaku mengalami mukjizat kesembuhan seketika, ​pemulihan fisik seorang pria paruh baya yang sebelumnya mengaku kesulitan berjalan tanpa alat bantu, tampak mampu melangkah tegak.


‎​Sembuh dari sakit menahun, beberapa ibu rumah tangga menyatakan rasa syukur karena nyeri kronis yang mereka derita selama bertahun-tahun hilang saat sesi doa dari Pdt Risuli Lubis berlangsung.


‎Dari pantauan media, ​suasana haru, isak tangis bahagia pecah di tengah kerumunan saat satu per satu warga menceritakan perubahan fisik yang mereka rasakan secara langsung.


‎​Dalam khotbahnya, Pdt. Risuli Lubis menekankan bahwa kesembuhan bukan sekadar fenomena fisik, melainkan bukti kasih Tuhan yang tidak terbatas. Diapun mengajak warga Manado untuk terus menjaga iman dan kerukunan di tengah keberagaman.


‎​"Malam ini kita melihat bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Manado diberkati, dan setiap orang yang datang dengan iman pulang dengan sukacita," ujar Pdt Risuli di sela-sela pelayanan doanya.


‎Ketua panitia pelaksana,Pdm Ronald Pelealu, mengatakan, ​antusiasme tinggi menuju malam kedua, hal ini terlihat bahwa jumlah kehadiran pada malam pertama ini melampaui ekspektasi awal.


‎"Tentunya, panitia terus mengkondisikan situasi kegiatan ibadah dan keamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Lapangan Tikala dijaga ketat oleh aparat gabungan untuk memastikan kekhusyukan acara," ucap Pelealu.


‎​KKR ini dijadwalkan akan berlanjut pada malam kedua sampai malam ke empat, di mana diperkirakan jumlah massa akan semakin membludak menyusul beredarnya kabar kesaksian kesembuhan dari mulut ke mulut di media sosial.


‎Turut hadir, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Victor Mailangkay bersama unsur Forkopimda provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris Kota Manado, dr Steaven Dandel, dan sejumlah pimpinan lintas gereja.

*MidOn*

Minggu, 26 April 2026

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala  ‎

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Kesempatan berharga bagi masyarakat Kota Manado dan sekitarnya yang merindukan pemulihan fisik maupun spiritual.


‎Mulai sebentar malam, Lapangan Sparta Tikala akan menjadi pusat pengharapan dalam gelaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Waktunya Sudah Dekat".


‎​Acara yang diprediksi akan dihadiri oleh ribuan warga ini difokuskan pada pelayanan doa kesembuhan ilahi dan penguatan iman.


‎Ketua Panitia pelaksana, Pdm Ronald Pelealu, ST, S. Th, mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk datang dan mengalami langsung kuasa pemulihan.


‎"​Agenda Utama, Doa Kesembuhan Ilahi, Puji-pujian, dan Pemberitaan Firman.

‎Lokasi, Lapangan Sparta Tikala, Manado.

‎​Waktu, Mulai malam ini pukul 18.00 WITA sampai selesai," ucap Pelealu.


‎​Persiapan di lokasi, tenda-tenda besar dan panggung utama telah berdiri megah di pusat Lapangan Sparta Tikala. Pihak keamanan dan tim medis juga disiagakan untuk memastikan jalannya acara berlangsung khidmat, aman, dan tertib.


‎"​Jangan lewatkan kesempatan ini. Bagi warga yang memiliki kerabat, keluarga, atau sahabat yang sedang sakit, sangat dianjurkan untuk hadir lebih awal guna mendapatkan tempat duduk yang nyaman. ​Mari bersatu dalam doa dan iman. Sampai jumpa di Lapangan Sparta Tikala malam ini," harap Pelealu.


‎Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm. Ir. Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada awak media, mengapa Anda Harus Hadir?

‎​Tema "Waktunya Sudah Dekat" diangkat sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah situasi dunia yang semakin menantang.


‎​"Ini bukan sekadar ibadah biasa, melainkan momentum bagi siapa saja yang merasa letih, lesu, atau sedang berjuang melawan sakit penyakit untuk mendapatkan kekuatan baru," ujar Lekitonu.


‎*MidOn*

Jumat, 24 April 2026

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan melalui agenda internasional.


‎Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri sekaligus menyambut para delegasi dalam acara Farewell Dinner on Diplomatic Strengthening Cooperation on Blue Economy yang digelar di Manado Bay, Kawasan Megamas, Jumat (24/04/2026).


‎​Acara jamuan makan malam diplomatik ini menjadi puncak dari rangkaian pertemuan strategis yang bertujuan mengapresiasi kerja sama lintas negara serta merumuskan langkah konkret dalam implementasi Ekonomi Biru (Blue Economy) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.


‎​Sentuhan Budaya dalam Diplomasi

‎​Suasana hangat menyelimuti lokasi acara yang berlatar pemandangan laut Manado.


‎Para tamu mancanegara disambut dengan kekayaan budaya lokal melalui penampilan Tarian Kabasaran yang enerjik serta alunan musik Kolintang yang khas, menunjukkan identitas Sulawesi Utara di mata dunia.


‎​Dalam sambutannya, dr. Richard Sualang menekankan bahwa kolaborasi antar-delegasi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang telah diawali dengan peninjauan lapangan.


‎​"Delegasi diplomatik telah bertemu dan membahas kerja sama bidang ekonomi biru. Sejumlah lokasi di Sulawesi Utara telah dikunjungi untuk memperoleh pemahaman praktis sebagai dasar kerja sama di masa depan," ujar Sualang.


‎​Sebagai pemimpin, Sualang berharap penguatan sektor ekonomi biru dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Manado. Ia memimpikan sebuah masa depan di mana kemajuan bangsa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.


‎​"Semoga kerja sama ini membawa manfaat berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan, memungkinkan manusia hidup dalam harmoni satu sama lain dan dengan alam, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.


‎​Senada dengan hal tersebut, Febrian Mamesah, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, menilai bahwa pemilihan Manado sebagai lokasi pertemuan merupakan bentuk pengakuan dunia.


‎​"Acara ini mencerminkan pengakuan internasional, tidak hanya bagi Manado tetapi juga Indonesia, dalam upaya konservasi kelautan," kata Mamesah dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.


‎​Agenda penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan perwakilan negara sahabat, di antaranya:

‎​Mr. Gregory Hombuahin (Deputy Chief of Mission Papua Nugini), Santo Darmosumarto (Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu), Hendra Yusran Siry (Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP RI), dr. Steaven Dandel (Sekretaris Daerah Kota Manado), Esther Mamangkey (Kepala Dinas Pariwisata Manado), Serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Manado lainnya.


‎​Pertemuan ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi Kota Manado untuk menjadi hub penting dalam jaringan ekonomi biru di kawasan Pasifik.


‎*MidOn*

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala:  Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala: Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung


MANADO, CARIKABAR. ID – Yayasan Kairos Pelita Hati melalui unit pelayanannya, Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Mujizat Kesembuhan".


‎Acara besar ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Manado.


‎​


Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada konfrensi pers di Hotel Luwansa Manado, Jumat (24/04/2026), menyampaikan apresiasi atas kehadiran pers dalam mendukung penyebaran kabar baik ini.


‎Eliasar memaparkan bahwa pendirian yayasan dan pelaksanaan KKR ini berakar kuat pada pemahaman mendalam tentang konsep "Kairos".


‎​"Kairos bukan sekadar waktu yang berjalan di jam kita, melainkan waktu Tuhan, sebuah momen ilahi yang tepat, berkualitas, dan penuh makna," ujarnya.


‎Dia juga menjelaskan bahwa Kairos adalah kesempatan istimewa di mana Tuhan campur tangan untuk membawa keselamatan, kemurahan, dan perubahan mendasar, yang membutuhkan respons iman serta intervensi Roh Kudus yang dunamis.


‎​Merujuk pada Markus 1:15 dan Matius 28:18-20, Pdm. Eliasar menegaskan bahwa pembentukan Yayasan Kairos Pelita Hati merupakan wujud nyata dari ketaatan terhadap Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.

‎​Mengusung tema "Waktu-Nya Sudah Dekat" (Wahyu 1:3), KKR ini menjadi puncak dari rangkaian pelayanan yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai gereja lokal dan wilayah Amurang, Minsel.


‎Sementara itu, Ketua Yayasan Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Deiby Betsy Najoan, S.Pd mengatakan fokus utama yayasan di bidang pendidikan sekuler dan teologi.


‎"Jadi, pihak yayasan konsen dengan dunia pendidikan mendirikan, mulai dari PAUD, TK, SD SMP dan SMA/SMK, namun tetap fokus untuk pembinaan rohani kristen, seperti kegiatan Reat-reat dan KKR," sebutnya. 


‎Panitia penyelenggara menghadirkan hamba-hamba Tuhan yang memiliki kesaksian hidup luar biasa, ​Senin, 27-28 April, dilayani oleh Ps Risuli Lubis, inisiator konsep "Gereja Alam Tanpa Tembok" dia dikenal dengan pesan "Hidup adalah Surat Terbuka" setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidupnya secara radikal.


‎​Rabu, 29 April, dilayani oleh Ps Debby Basjir, pengkhotbah yang sangat menekankan pentingnya pertobatan sejati, akan membagikan kesaksian bagaimana kuasa Tuhan membatalkan niatnya mengakhiri hidup hingga rela berkorban demi melayani Kristus.


‎​Kamis, 30 April (Malam Penutup), dilayani oleh Ps Frangki Rewah, seorang guru teologi dengan karunia penginjilan yang luas, nantinya akan membawa jemaat memahami bahwa mujizat terjadi ketika manusia berhenti mengandalkan kekuatan diri dan mulai memandang Yesus dengan iman murni.


‎Ketua Panitia Pdm Ronald Pelealu, ST, S.Th​, menjelaskan, Ibadah agung ini juga akan dipandu oleh para Worship Leader ternama, di antaranya Ps Glady  Tuwoh, Ps Vriego Soplely, Ps Harly CH Wuysang, dan Ev Jason Irwan.


‎​"Target utama dari KKR ini adalah terjadinya pertobatan massal dan kesembuhan fisik bagi masyarakat Manado. Kami merindukan adanya transformasi hidup secara pribadi, membangkitkan semangat penginjilan yang lebih luas, serta memperkuat solidaritas dalam satu tubuh Kristus," sebut Pdm Ronald.


‎Pdm Ronald juga menekankan​, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah Sinode gereja, menunjukkan semangat kesatuan gereja-gereja di Sulawesi Utara dalam melaksanakan tugas amanat suci.


‎"Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menjemput mujizat di Lapangan Sparta Tikala," harap Pdm Ronald.


‎Diketahui, acara ini mendapat dukungan dari beberapa atas gereja di Sulawesi Utara, diantaranya, Pdt Honny Supit Sirapanji, (GBI Menora), Pdt dr Lenny Matoke ( Bethany Manado), Pdt Abraham Yuwono (IFGF/GISI Manado) , Gbl Frangkie Londah (Pucuk Pimpinan KGPM), Pdt Hanny Pantouw (Ketua Sinode GBI Sulut), Unsur BPJS GMIM, Pdt Yvonne Awuy-Lantu (Ketua MD GPdI Sulut).


‎*MidOn*

Senin, 20 April 2026

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik  ‎

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Pemerintah Kota Manado kembali melakukan penyegaran struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.


‎Pada hari ini, Senin (20/04/2026), telah dilaksanakan upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan bagi Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Manado.


‎​Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado dan dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah serta saksi rohaniawan.

‎​

‎​Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Walikota Manado, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji jabatan yang dipimpin langsung oleh pejabat yang berwenang.


‎Para pejabat yang dilantik menyatakan komitmennya untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, serta menjalankan tugas jabatan dengan penuh integritas.


‎Wakil Walikotaanado, dr Richard Sualang, dalam sambutannya mengatakan, sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan aparatur yang telah berpengalaman sehingga diharapkan mampu membawa kemajuan bagi Kota Manado melalui kerja nyata dan dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.


‎“Ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian dan kinerja aparatur yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat,” sebut Sualang.


‎Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan dan sesi foto bersama dengan tetap menjaga ketertiban. Dengan dilantiknya para pejabat administrator, pengawas, dan fungsional ini, diharapkan roda pemerintahan di lingkup Pemkot Manado dapat bergerak lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Ini daftar nama-nama pejabat yang di lantik;



*MidOn*

Kamis, 16 April 2026

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda.


‎Dalam bincang-bincang Talk Show Tabea Manado yang digelar di Kantor Pemkot Manado, Kamis (16/04/2026), isu krusial mengenai ruang lingkup penggunaan gawai dan internet secara bijak bagi anak menjadi topik utama.

‎​Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Manado, Peter Bart Assa, memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak negatif teknologi pada siswa.

‎Acara ini dipandu oleh moderator Felix Panelewen.

‎​Bart Assa menegaskan bahwa keinginan utama pemerintah adalah mengembalikan fokus anak pada proses belajar mengajar serta mendorong interaksi sosial secara nyata di lingkungan sekolah.

‎​“Kami ingin anak-anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan. Fokusnya adalah kembali belajar dan bersosialisasi secara sehat,” ujar Assa.

‎Dijelaskan Bart Assa, ​Infrastruktur pendukung adalah Loker Siswa dan Pengawasan CCTV.

‎"​Penerapan larangan penggunaan gawai di lingkungan sekolah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dibarengi dengan kesiapan fasilitas," terang Assa.

‎Lebih lanjut, Bart Assa mengatakan pula, setiap sekolah diwajibkan menyediakan loker khusus sebagai tempat penyimpanan gawai siswa selama jam pelajaran berlangsung.

‎"Nantinya ada ​pengawasan digital, akan melakukan pemasangan CCTV di setiap sekolah guna memantau jalannya aturan dan memastikan disiplin tetap terjaga," ucap Assa.

‎​Peran Guru dan Kreativitas Mengajar
‎​Selain faktor infrastruktur, Kadisdikbud menekankan bahwa keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada kualitas pengajaran di kelas. Para tenaga pendidik untuk lebih inovatif agar siswa tidak merasa jenuh dan beralih ke gawai.

‎"​Keterampilan guru dalam mengajar berbanding lurus dengan minat siswa di kelas. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang interaktif.
‎​Dinas Pendidikan menaruh kepercayaan besar kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru sebagai garda terdepan dalam menerapkan aturan ini secara konsisten," harap Kadis Bart.

‎*MidOn*

Rabu, 15 April 2026

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memacu daya saing produk lokal di era digital.


‎Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk IKM/UMKM melalui Teknologi Digital Platform Mapalus, yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri, Kamis (16/04/2026).


‎​Acara yang berfokus pada promosi, pemasaran, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.


‎Dalam sambutannya, Wakil Walikota Manado, Richard Sualang, menekankan bahwa keberhasilan platform ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, warga bukan hanya menjadi penonton atau objek, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekosistem digital ini.


‎​"Seluruh program Pemerintah Kota Manado ditujukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah objek sekaligus subjek dari program ini," ujar Wawali di hadapan para peserta sosialisasi.


‎Wawali juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-SKPD. Ia mengapresiasi kehadiran jajaran kepala dinas yang menunjukkan bahwa digitalisasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas satu instansi saja.

‎​

‎Richard Sualang memperingatkan bahwa tanpa inovasi berbasis digital, baik pemerintah maupun pelaku IKM dan UMKM akan tertinggal di era kompetisi global. Mapalus Mart sendiri merupakan bentuk transformasi dan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya (Pasar Manado) dengan fitur yang lebih mumpuni.


‎​"Kalau kita tidak melahirkan inovasi berbasis digital, kita pasti akan ketinggalan, dan itu akan sangat merugikan kita semua. Platform ini adalah jalan kita menuju kemajuan," pungkasnya.


‎Turut hadir, Asisten II Pemkot Manado, Ato Bulo, Kaban BKPSDM, Otniel Tewal dan SKPD Lainnya.

‎*MidOn*


‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Momentum sakral mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026, bertempat di

‎Aula Patmos SA Langowan, Rabu (15/04/2026).

‎Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut secara resmi melantik dan menetapkan 46 Pendeta Muda (Pdm) yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

‎​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di pusat pelaksanaan Mukerda, dihadiri oleh jajaran fungsionaris Majelis Daerah, para hamba Tuhan, serta keluarga pendamping para terlantik.

‎​Dalam sambutannya, Ketua MD GPdI Sulut menekankan bahwa peningkatan status kependetaan ini bukan sekadar gelar administratif, melainkan tanggung jawab spiritual yang lebih besar.

‎Beliau mengingatkan para Pendeta Muda yang baru dilantik untuk tetap setia pada doktrin firman Tuhan dan memperluas jangkauan pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

‎​"Menjadi Pendeta Muda berarti siap menjadi teladan yang lebih nyata. Ladang pelayanan menanti dedikasi, integritas, dan kerendahan hati saudara-saudara sekalian," ujar Ketua MD di hadapan para peserta Mukerda.

‎​Agenda Strategis Mukerda 2026
‎​Pelantikan 46 Pendeta Muda ini menjadi salah satu agenda penting dalam Mukerda 2026 yang bertujuan untuk
‎​regenerasi kepemimpinan,
‎​penguatan organisasi dan
‎​peningkatan kompetensi untuk membekali para hamba Tuhan dengan pemahaman organisasi dan teologi yang mendalam.

‎​Ke-46 Pendeta Muda ini diharapkan dapat langsung terjun dan bersinergi dengan gembala-gembala di wilayah masing-masing untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Utara.

‎Acara diakhiri dengan doa penumpangan tangan dan pemberian surat keputusan (SK) sebagai tanda legalitas formal dalam organisasi GPdI.

‎​Dengan bertambahnya tenaga pelayan ini, GPdI Sulawesi Utara optimis dapat terus menjadi garam dan terang, serta membawa dampak positif bagi pembangunan iman masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. 

*MidOn*


Selasa, 14 April 2026

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan  ‎

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan ‎

‎​


LANGOWAN, CARIKABAR.ID
– Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026 resmi dimulai dengan suasana spiritual yang kental.


‎Bertempat di Sekolah Alkitab Langowan (SAL), Selasa (14/04/2026), agenda besar tahunan ini diawali dengan ibadah agung yang khidmat.


‎​Ibadah Berlangsung Khidmat

‎Ibadah pembukaan ini dipimpin langsung oleh Utusan Majelis Pusat (MP) GPdI.


‎Dalam khotbahnya, utusan Majelis Pusat  menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan integritas pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


‎​"Sebagai hamba Tuhan, tugas utama kita bukan sekadar menjalankan organisasi, melainkan memastikan Api Roh Kudus tetap menyala di dalam hati dan pelayanan kita," harap Pdt Sumarauw.


‎Pesan firman Tuhan yang disampaikan menjadi penguat bagi seluruh peserta Mukerda agar mengedepankan kepentingan pekerjaan Tuhan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.


‎​"Momentum Mukerda ini harus menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi hati untuk membawa GPdI Sulawesi Utara semakin berdampak," ujar Pdt Wempie Kumendong, perwakilan Majelis Pusat dalam arahannya di hadapan ratusan hamba Tuhan.


‎Gubernur Sulawesi Utara Yulius Stevanus (YSK) diwakili Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Utara,Novita Lumintang dalam sambutannya mengatakan, Ibadah ini juga menjadi saksi sinergitas antara gereja dan pemerintah, di mana Pemerintah Sulawesi Utara hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi setelah prosesi ibadah selesa.


‎Setelah ibadah usai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda persidangan yang berfokus pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta penetapan target-target pelayanan untuk depan.


‎​Mukerda ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan administratif, tetapi juga memicu semangat penginjilan yang lebih kuat di seluruh pelosok Sulawesi Utara.


‎Diketahui, Mukerda berlansung dari 14-15 April 2026, diikuti oleh 500 peserta, terdiri dari utusan Pengurus dari 128 Wilayah yang ada di Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara, Pengurus Komisi Daerah, Utusan DARI, STA, STT, Panti Asuhan/Jompo serta Yayasan Pendidikan lainnya di bawah naungan GPdI.


‎Sementara itu, Ketua Panitia Mukerda, Pdt Rein Wotulo dalam laporan kegiatan, menyampaikan apresiasi kehadiran dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa, Kecamatan dan Desa Raranon.


‎"Kegiatan ini juga dapat digelar berkat dukungan penuh Ketua MD GPdI Sulut dan jajarannya. Kami berharap seluruh perserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai," ungkap Pdt Rein.


‎Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Kristen di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Pdt Meidi Tasik, Para staf ahli Gubernur Sulawesi Utara, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Jajaran pengurus MD GPdI Sulawesi Utara dan undangan lainnya.


‎*MidOn*



Senin, 13 April 2026

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara  ‎

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara ‎

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Ratusan kaum wanita yang tergabung dalam Komisi Daerah Pelayanan Wanita Pantekosta (KD Pelwap) GPdI Papua dan Papua Nugini melaksanakan kegiatan Sarasehan dan Wisata Rohani di Sulawesi Utara.



Kegiatan yang dipusatkan di GPdI Elshadday Sario Manado ini dibuka langsung oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Awuy-Lantu. Dalam sambutannya, Pdt. Yvonne menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh pengurus dan anggota KD Pelwap Papua yang telah memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis ini.


‎​"Kiranya melalui sarasehan ini, para wanita Pantekosta semakin dikuatkan dalam pelayanan, serta membangun sinergitas yang kokoh untuk kemuliaan nama Tuhan," ujar Pdt Yvonne.


‎​


Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pemilihan Sulawesi Utara, khususnya Manado sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain dikenal sebagai salah satu basis kuat GPdI di Indonesia, Manado dianggap memiliki atmosfer rohani yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat pelayanan para ibu-ibu (Pelwap) dari tanah Papua.


‎​"Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah momentum 'recharging' atau pengisian kembali semangat rohani. Kami berharap sekembalinya dari Manado, ibu-ibu Pelwap membawa api pantekosta yang baru untuk menyalakan pelayanan di jemaat masing-masing di seluruh pelosok Papua," ujar Pdt Timotius Dawir.


‎​Wisata Rohani dan Kebersamaan

‎​Selain agenda formal di GPdI Elshadday Sario, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke beberapa titik bersejarah dan pusat pertumbuhan gereja di Sulawesi Utara.


‎Wisata rohani ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota Pelwap, mengingat tantangan pelayanan di Papua yang secara geografis cukup berat.


‎​Pdt Timotius Dawir juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tuan rumah, GPdI Elshadday Sario dan MD GPdI Sulawesi Utara, atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi dari Papua.


‎"Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kesatuan hati dalam pelayanan dapat melampaui jarak geografis yang jauh antara Papua dan Sulawesi Utara," terang Pdt Timotius.


‎Sementara itu, Ketua KD Pelwap GPdI Papua, Pdt Anneke Dawir-Regar menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan KD Pelwap Papua di Lima Zona provinsi Papua, namun tahun 2026 di Luar daerah, khusus Sulawesi Utara.


‎"Acara ini telah dirancang sejak tahun 2025, dan atas persetujuan seluruh unsur pimpinan melalui unsulan para anggota dan pengurud beberapa Zona, sehingga disetujui acara sarasehan dan wisata rohani ini di gelar di Sulawesi Utara, kususnya di Kota Manado," ungkap Pdt Anneke.


‎Pdt Anneke Dawir-Regar juga menambahkan, kegiatan yang mengusung tema "Datanglah Kerajaan Mu, Jadilah Kehendak Mu" bertujuan untuk mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pelayan wanita (Ibu-ibu Gembala dan anggota Pelwap) agar kembali ke Papua dengan semangat baru.


‎"Nantinya sekembalinya para peserta sarasehan dan wisata rohani, menambah spirit dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kami berharap tema besar momentum ini, Pelwap dari tanah Papua dapat melaksanakan firman Tuhan dengan setia, banyak berserah dan berdoa kepada Tuhan sertaampuh mengambil langkah positif dalam tugas pelayanan," kunci Pdt Anneke.


‎*MidOn*