MANADO, CARIKABAR. ID – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat kerja sama Kementerian Sosial RI, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petugas Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kegiatan yang berlangsung di Ruangan Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (02/07/2026) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial serta pemutakhiran data kemiskinan agar lebih tepat sasaran.
Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang, Direktur Jaminan sosial, Mardi Brilian Saleh, S.Kom, Ketua Pokja Sembako Dirjamsos, Fahri Isnanta, S.Sos,M.Kesos, Perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digitalisasi Pemerintah (KPTDP), Nabila Hanum, Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Dra Neivi Lenda Pelealu, M.Si, Kadis Dukcapil, Erwin Kontu,SH, Kadis Kominfo, Noviantika Mongkau, SE, Perwakilan BI Sulut Chandra Agusta.
Wakil Walikota Manado, dr Richard Sualang, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran petugas lapangan sebagai ujung tombak pemerintah dalam mendeteksi dan menangani permasalahan sosial di tengah masyarakat.
"Akurasi data adalah kunci utama keberhasilan program perlindungan sosial. Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan seluruh petugas Perlinsos di tingkat kecamatan hingga kelurahan memiliki pemahaman yang sama, integritas yang tinggi, dan respons cepat terhadap keluhan warga," ujar Sualang.
Lanjut Sualang, program ini sudah mulai dilaksanakan segala persiapan segala ilmu pengetahuan termasuk sumber daya manusia ini sudah dipersiapkan sejak Februari 2026, lalu sudah dilaksanakan rapat koordinasi dari Kemendagri Kemensos bahkan dewan ekonomi nasional.
"Pemerintah Kota Manado sedang dalam mempercepat di governance ini ternyata mendapat perhatian dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, sehingga masalah digitalisasi Kota Manado dianggap mampu dan siap untuk menjalankan program-program nasional termasuk digitalisasi" katanya saat Sambutan pembukaan.
Sementara itu, Direktur Jaminan Sosial Mardi Saleh S.Kom dalam sambutannya melalui Zoom mengatakan dengan Aplikasi ini mempermudah evaluasi dari penyaluran-penyaluran selama bantuan selama ini. Tujuan utama dari digitalisasi ini adalah menggeser beban dengan tanggung jawab.
"Jadi bapak Ibu sekalian kita meskipun namanya dihindarisasi dan ini bimbingan teknis, jangan dibayangkan kalau aplikasinya akan lebih mudah secara teknis. Inti dari digitalisasinya apa kita menggeser pencatatan bantuan ini bukan lagi berbasis Top down ya kita menggeser ini menjadi bagian artinya seluruh orang penduduk Indonesia yang ingin meminta bantuan dari pemerintah atau mengusulkan harus melakukannya sendiri" Tandasnya.
Bahka Kementrian Sosial melalui Ketua Pokja Sembako Direktorat Jaminan Sosial Fahri Isnanta S.Sos, M.Kesos menjelaskan akan melakukan sosialisasi di Kelurahan Paal IV dan akan di Undang Kecamatan Paal 2 dan Kecamatan Tikala. Kegiatan sosialisasi perekam Digital, ini dengan masyarakat yang tidak tau mengunakan teknologi ataupun lansia.
"Program ini, mempermudah Masyarakat agar bisa mengisi data diri masing masing melalui aplikasi dan akan di bantu oleh agen yang sudah melakukan sosialisasi hari ini," ucapnya.
Melalui sinergi yang makin kuat pasca-Bimtek ini, Pemkot Manado menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Manado dapat terus ditekan secara signifikan sesuai dengan target pembangunan daerah.
*MidOn*


0 $type={blogger}: