MANADO, CARIKABAR.ID– Lapangan Sparta Tikala seakan tak lagi mampu menampung antusiasme warga Sulawesi Utara pada malam ketiga pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Rabu (29/4/2026).
Massa terpantau membludak sejak sore hari demi mengikuti ibadah yang dipimpin oleh pengkhotbah Ev Debby Basjir.
Sejak pukul 18.00 WITA, arus warga dari berbagai penjuru Kota Manado dan sekitarnya mulai mengalir deras menuju pusat kota. Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh area lapangan hijau hingga aspal di sekeliling Lapangan Tikala dipenuhi oleh jemaat.
Ribuan lilin dan sorot lampu ponsel sesekali menyala, menciptakan pemandangan yang megah di bawah langit malam Manado.
Pihak panitia bahkan harus menambah layar lebar di beberapa titik strategis agar jemaat yang berada di barisan paling belakang tetap bisa mengikuti prosesi ibadah dengan khusyuk.
Suasana semakin bergelora saat Ev Debby Basjir maju di mimbar panggung utama. Dengan gaya penyampaiannya yang lugas, tegas, namun penuh kasih, ia membawa pesan tentang pemulihan dan pengharapan.
"Manado bukan sekadar kota di peta, tapi kota yang diberkati untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa," seru Ev Debby di sela-sela khotbahnya yang disambut seruan "Amin" secara serempak oleh massa yang hadir.
Ps Debby menginginkan umat Tuhan dalam sesi firman, untuk menguasai diri dalam segala hal, berdasarkan bacaan Alkitab dalam 1 Korintus 9 ayat 24. suasana hening menyelimuti lapangan saat jemaat tenggelam dalam doa, namun kembali pecah dengan pujian penyembahan yang energik dan penuh sukacita.
Dampak pada Arus Lalu Lintas
Membludaknya massa ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di sekitar area perkantoran Wali Kota Manado.
Pembina Yayasan Kairos, Pdm Ir Eliasar Lekitonu mengucap syukur, hingga malam ke-3 KKR Waktunya Sudah Dekat ini berjalan dengan baik. Jumlah massa yang datang beribadah terus bertambah.
"Tentunya kami pihak Yayasan Kairos sebagai penyelenggaraan kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata pemerintah dan masyarakat kota Manado, sebagai tuan rumah acara mulia ini," sebut Lekitonu di sela-sela acara malam ke-3.
Pdm Eliasar juga berharap, bagi masyarakat yang akan datang di KKR malam terakhir (malam ke-3) untuk datang lebih awal, sebelum acara di mulai, mengingat tempat terbatas.
"Melihat antusias masyarakat yang datang terus bertambah, maka kami berharap, masyarakat yang akan datang ke KKR, untuk datang lebih cepat, agar mendapat tempat yang baik, apalagi yang bawah keluarga yang perlu pelayanan doa khusus," terang Lekitonu.
Hingga berita ini diturunkan, semangat jemaat tidak menunjukkan tanda-tanda menurun meski cuaca malam cukup lembap. Banyak warga berharap momentum KKR ini membawa dampak positif bagi kerukunan dan kedamaian di "Kota Tinutuan".
Malam ketiga ini disebut-sebut sebagai puncak kehadiran massa terbesar selama rangkaian KKR berlangsung, membuktikan magnet spiritual yang kuat dari pelayanan Ev Debby Basjir bagi masyarakat Manado.
*MidOn*

0 $type={blogger}: